Langsung ke konten utama

Top 10 Rencana-Rencana Jerman Yang Tak Terwujud di Perang Dunia 2 [ID]

Mungkin kalian tahu tentang operasi-operasi Jerman terkenal seperti Operasi Barbarossa dan Fall Blau. Tapi apakah kalian tahu rencana Jerman yang dibatalkan? Berikut adalah list top 10 rencana Jerman yang tak terwujud di PD2.


10. Amerika Bomber (1942)

         Pada April 1942, para petinggi militer Nazi tengah memikirkan bagaimana caranya membawa perang ke tanah air AS. Jawabannya adalah untuk mengebom kota-kota AS dengan pengebom jarak jauh. Lima pabrik penerbangan terkemuka diminta oleh Hermann Göring sendiri untuk membuat rancangan pesawat pengebom yang dapat melakukan perjalanan pulang pergi, menempuh jarak hampir 11.000 KM. Bersama dengan bahan bakar untuk perjalanan jauh, pesawat itu harus mampu mengangkat muatan seberat 6,5 ton.

       Awalnya, Nazi berharap Antonio Salazar dan Portugal mau membuka pangkalan udara Azores untuk para pesawat Jerman. Jika Jerman dapat akses Azores, pesawat Jerman mampu mencapai wilayah daratan AS. Namun karena Salazar menunjukkan ia tidak mau Azores menjadi tempat Jerman maupun Sekutu, jadi mereka hanya bisa membom wilayah pesisir AS.

             Junkers, Heinkel, Masserschmitt, Focke-Wulf dan Horten membuat gambaran kasar dari cetak biru untuk Amerika bomber. Sementara itu Göring dan stafnya menyiapkan rencana pengebomannya. Kota New York dipilih sebagai target karena itu merupakan kota yang paling banyak populasi di AS dan yang paling dekat di Atlantik. Rencana ini lebih untuk melemahkan ancaman udara AS karena kebanyakan target punya hubungan dengan industri penerbangan.

       Seluruh 6 perusahaan tadi keluar dengan ide pesawat mereka sendiri-sendiri. Masserschmitt dengan Me 264, Junkers dengan Ju 390, Heinkel dengan He 277. Mereka semua merupakan pesawat yang sangat besar namun mesin-mesinnya belum terbukti mampu bertaha dengan baik dalam perjalanan panjang. Sehingga Focke-Wulf membuat 2 rancangan, Fw 300 pesawat dengan 4 mesin di sayap dan Fw Ta 400 pesawat yg lebih besar lagi dengan 6 mesin.

       Horten justru membuat rancangan pesawat yang menarik disebut Horten Ho XVIII yaitu pesawat 'bersiku' yang semuanya menggunakan sayap dengan sumber tenaga Jet awal. Pesawat ini dikhususkan untuk tidak terdeteksi oleh radar karena konstruksinya dengan kayu, menggunakan lem khusus dengan karbon tinggi.

       Jerman juga membuat rencana baru dengan 'pesawat terpisah' yaitu satu peasawat bakal membawa pesawat lainnya. Pengebom jarak jauh Heinkel He 177 bakal melintasi Atlantik membawa pengebom lebih kecil Dornier Do 217 di atas punggungnya. Kemudian Do 217 bakal dilepas dan melanjutakan perjalanan ke target pengeboman lalu membomnya. Mereka direncanakan mendarat di laut. Para awak pesawat kemudian dijemput oleh kapal selam yang sudah menunggu.

       Amerika Bomber sayangnya atau untungnya harus ditinggalkan karena Jerman tidak punya bahank bakar dan SDA seperti minyak, karet dan lainnya untuk merealisasikan rencana diatas. Ditambah lagi  banyak bahan bakar dan SDA dialokasikan ke Heer (Angkatan Darat Jerman) dan operasi lain.


9. Operasi Tannenbaum (1941)

      Swiss adalah negara yang netral selama PD2 tetapi setelah jatuhnya Perancis kepada Jerman Nazi. Negara yang masih independen tanpa pengaruh Jerman di Eropa Barat sekarang tersisa Inggris, Swiss, Irlandia dan jangan lupa Liechtenstein. Semuanya mulai memanas antara Swiss dan Jerman. Seperti komentar Adolf Hitler sendiri pada Swiss:
"Swiss memiliki rakyat dan sistem politik yang paling menjijikkan dan menyedihkan. Rakyat Swiss adalah musuh bebuyutan dari Jerman yang baru".

       Tepat setelah jatuhnya Perancis, Hitler meminta Franz Halder kepala OKH (Oberkkomando ders Heers) untuk membuat rencana invasi Swiss. 21 divisi Jerman bakal berpartisipasi dalam operasi ini walaupun nantinya dikurangi menjadi 11 divisi. Mereka sadar kalau menyerang Swiss lansung bakal menghasilkan korban yang banyak jadi pasukan infanteri bakal melakukan serangan tipuan ke Juri untuk memancing Pasukan Swiss keluar dari posisi bertahannya di pegunungan. Kemudian pasukan lainnya memotong di belakang dari arah barat. Italia juga bakal menyerang bagian selatan Swiss untuk menambah tekanan.

       Menariknya, operasi ini tidak pernah dilaksanakan. Alasannya masih tidak jelas, banyak spekulasi tentang kenapa operasi ini tidak dilakukan namun alasan yang paling logis adalah Swiss hanya memegang nilai strategis yang sedikit dan korban jiwa Jerman karena menyerang posisi bertahan yang sangat kuat di pegunungan pasti akan banyak jadi tidak sepadan dengan apa yang mereka bayar dan apa yang mereka dapatkan.


8. Operasi Felix (1941)

      Gibraltar atau Batu Karang atau The Rock merupakan wilayah Inggris di Semenanjung Iberia. Gibraltar memiliki letak yang sangat strategis, Gibraltar punya Selat Gibraltar yang menjadi jalur keluar masuk Mediterania. Mengontrol Gibraltar sebagai Jerman berarti menutup akses Inggris terhadap bagian timur kerajaan mereka dan mengisolasi Pasukan Inggris di Mediterania.

      Masalahnya Gibraltar hanya bisa diserang lewat darat melalui Spanyol. Hitler cukup percaya diri akan akses militer Spanyol karena Jerman telah membantu Francisco Franco pemimpin Spanyol untuk memenangkan Perang Saudara Spanyol. Hitler menjanjikan untuk memberi Gibraltar ke Spanyol setelah itu berhasil dikuasai. Tapi semua tidak segampang itu, Franco berusaha main aman di PD2, ia masih belum yakin bahwa Jerman bakal menang PD2 jadi dia berusaha tidak memburukkan hubungannya dengan Sekutu. Disamping itu Spanyol masih lagi meregenerasi dari Perang Saudara.

      Meskipun Franco masih belum memberikan akses, Hitler tetap melanjutkan rencananya. Pada November 1940, dalam Perintah Führer Nomor 18 nama kode Operasi Felix rencananya sebagai berikut. Jendral Ludwig Kübler akan memimpin satu korps angkatan darat untuk menyebrangi Pyrenees ke Spanyol. Pasukan Panzer ke 2 dibawah Rudolf Schmidt akan memberi perlindungan dari belakang serta peasawat-pesawat Luftwaffe siap memberi dukungan.

     Padahal sudah susah membuat rencana namun Francisco Franco tetap tidak akan memberikan akses pasukan Jerman melewati negaranya. Hitler cukup kecewa dengan Franco tetapi jika Pasukan Jerman tidak bisa melewati Spanyol secara damai maka melewati Spanyol secara kasar adalah satu-satunya cara.


7. Operasi Isabella (1941)

     Negara-negara Semenanjung Iberia (Portugal dan Spanyol) selama ini netral di PD2, tetapi lokasi strategis mereka membuat dua belah pihak Blok Poros dan Sekutu menginginkan mereka berpihak ke Poros maupun Sekutu. Portugal menjadi negara strategis karena pangkalan udaranya di Azores dapat mengubah jalannya Pertempuran Atlantik. Spanyol juga negara strategis di Mediterania mereka sangat dekat dengan Gibraltar serta Cape Verde sama seperti Azores bisa mengubah Pertempuran Atlantik.

      Hitler masih kecewa dengan Franco dan Spanyol karena tidak memberinya akses militer untuk mengeksekusi Operasi Felix. Jadi sekarang dia berencana untuk menginvasi tidak hanya Spanyol tapi juga Portugal serta Gibraltar. 

      Pada bulan Juni 1941, Hitler mengirimkan rencana Operasi Isabella. Yang merupakan uraian singkat yang terburu-buru. Tapi ia sadar Isabella harus menunggu setelah Perang dengan Soviet baru saja dimulai. Saat Soviet dikalahkan baru Operasi Isabella bisa di rencanakan lebih lanjut lagi. Tentu saja Isabella tidak pernah terwujud karena Soviet gak berhasil dikalahkan. 



6. Operasi Longjump (1944)

     Banyak sekali rencana-rencana untuk membunuh pemimpin-pemimpin negara PD2 seperti Operasi Spark, Foxley dan Longjump. Operasi Longjump adalah rencana Jerman untuk membunuh pemimpin sekutu atau 'Big Three', Franklin Delano Roosevelt, Joseph Stalin dan Winston Churchill.

     NKVD mengklaim bahwa Pemecah kode Jerman berhasil memecahkan kode Angkatan Laut Amerika dan mendapatkan informasi bahwa pemimpin tiga besar sekutu akan melaksanakan konferensi di Tehran, ibu kota Iran. Jerman melihat ini sebagai kesempatan emas untuk membunuh 'The Big Three' sekaligus. Mereka memilih Otto Skorzeny sebagai ketua di misi ini serta agen Jerman Elyesa Bazna (Cicero) diikutsertakan.

      Menurut NKVD, plot ini cepat diketahui oleh agen Soviet bernama Nikolai Kuznetsov yang berhasil mendapatkan informasinya dari Hans Ulrich von Orten (seorang SS-Oberleutnant di SS Ukraina) saat dia mabuk. Soviet juga mendapatkan informasi dari Gevork Vertanian dan grupnya tentang agen Jerman yang berparasut di Tehran serta jaringan Abwehr disekitar. Mereka secepatnya ditangkap oleh Soviet. Jerman segera mendapat informasi klo agennya lagi ditangkap dan diinterogasi, jadi mereka membatalkan rencananya.

      Atau sebenarnya rencana ini gak pernah ada? Banyak yang meragukan Jerman sebenarnya merencanakan ini karena 'semua sumbernya berasal dari NKVD dan Soviet', jaringan intelijen Abwehr di Iran juga sudah di hancurkan saat 1943. Otto Skorzeny setelah perang di memoir-nya bilang dia tidak pernah dikasih misi seperti begitu dan Hans Ulrich von Orten itu hanyalah karakter fiksi yang dibuat buat oleh Soviet. Disamping itu, 3.000 orang NKVD menjaga pintu masuk Tehran selama konferensi tanpa insiden. 


5. Fall Grün (1938)

     Pernah bayangin gak Perang Dunia 2 ditahun 1938? Dunia sebenarnya hampir saja memulai Perang Dunia 2 setahun lebih awal. Pada tahun 1938 Jerman mulai meminta negara-negara tetangganya untuk mengembalikan daerah yang hilang setelah PD1, salah satunya adalah Sudetenland. Sudetenland adalah provinsi Cekoslovakia tapi mayoritas Jerman. Dan Hitler meminta Sudetenland kembali.

     Hitler juga meminta para staf jendralnya untuk membuat rencana invasi Cekoslovakia dan peperangan melawan Sekutu. Para Jendralnya gak terlalu yakin mereka bisa menang secara cepat melawan Cekoslovakia karena Cekoslovakia telah membangun benteng pertahanan di Sudetenland. Tapi Hitler sama sekali tidak bercanda soal dia mau berperang dengan Sekutu di 1938.

    Seperti yang kita tahu, Sekutu masih belum mau melawan Jerman dan mengadakan pertemuan di Münich. Perjanjian dicapai dimana Jerman dapat Sudetenland tapi harus berjanji tidak akan meminta lagi. Perang pun dihindari untuk sekarang, walaupun Hitler nanti kecewa kenapa dia gak berperang pas 1938 karena dia telah membiarkan Inggris untuk membangun militernya kembali.


4. Operasi Schamil (1942)

       Pada PD2 salah satu kekurangan Jerman adalah SDA terutama minyak bumi. Tujuan Jerman untuk berperang dengan Uni Soviet bukan hanya untuk mengalahkan musuh sejati ideologi Nazi, namun juga untuk merebut SDA yang melimpah di Uni Soviet seperti minyak di Kaukasus.

     Setelah Fall Blau dimulai, Jerman berharap untuk mendapatkan minyak di Kaukasus tetapi tentu saja Soviet tidak bakal membiarkan itu terjadi dan bakal menghancurkan kilang minyak sebelum itu ditangkap. Maka disusunlah Operasi Schamil untuk mencegah hal ini terjadi.

     Lehr-Resimen Brandenburg zBV 800, pasukan terjun payung elit dengan gaya komando. Mereka bisa diterjunkan melalui udara dan menangkap kilang minyak sebelum dihancurkan. Namun operasi ini tak pernah dimulai karena jelas sekali Jerman tidak mampu menggapai Grozny maupun Baku.


3. Operasi Herkules

      Malta merupakan pulau kecil diantara Sisilia dan Libya serta terletak ditengah Mediterania. Sepertinya pulau kecil ini tidak relevan di PD 2, namun jangan salah pulau Malta merupakan tempat strategis dimana RAF dan RN bisa mengintersep konvoi-konvoi suplai Blok Poros ke Afrika Utara.

     Blok Poros mengetahui ini dan mereka semua setuju mengambil Malta bakal jadi kemenangan strategis yang besar. Mengamankan Malta bisa membuat situasi supali di Afrika Utara jauh lebih baik. Bahkan Erwin Rommel mengatakan:
"Tanpa Malta, Poros akan kehilangan penguasaan terhadap Afrika Utara".

     Karena itu lahirlah rencana 'Operasi Herkules'. Rencananya adalah 29.000 pasukan penerjun payung dari Jerman dan Italia. Mereka harus mengamankan pangkalan udara serta pelabuhan di Malta. Setelah itu ada bala bantuan dikirim lewat laut setelah pasukan penerjun payung berhasil mengamankan pendaratan. Pasukan bala bantuan dibagi menjadi 2, gelombang 1 berjumlah 25.000 orang dan gelombang 2 berjumlah 30.000 orang beserta artileri dan tank. Selanjutnya mereka akan menaklukkan Malta sepenuhnya.
     Kurt Student orang yang memimpin operasi ini sangat percaya diri kalau operasi ini bakal sukses. Tetapi Hitler tidak membagikan entusiasme yang sama. Dia telah kehilangan kepercayaan terhadap Fallschrimjäger karena di pertempuaran sebelumnya Pertempuran Kreta, Fallschrimjäger menderita korban banyak pada saat itu mereka juga dipimpin oleh Kurt Student. Disamping itu, Rommel juag telah berhasil memukul mundur Sekutu dengan cepat di Afrika Utara jadi operasi ini dianggap tidak diperlukan lagi.

       Jerman justru memilih untuk memblokade Malta sampai mereka menyerah. Namun Operasi Pedestal berhasil mematahkan Pengepungan Malta. Seluruh penduduk Malta dihargai George Cross oleh Raja George V. Karena mereka bertahan di pulau dengan sangat berani walaupun hampir setiap hari dibom oleh Luftwaffe.

2. Plan Z (1939)

     Jerman berambisi untuk bisa mengimbangi Royal Navy Inggris sehingga Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman) membuat Rencana Z. Program ini untuk 10 tahun membangun kapal-kapal perang dan siap pada tahun 1948. 

      Erich Raeder pelopor rencana ini percaya kalo dalam jumlah mereka bisa mengimbangi Royal Navy dan bisa mematahkan blokade Inggris. Rencananya mereka bakal membangun kapal-kapal utama seperti:
-4 kapal induk
-6 kapal tempur
-3 kapal penjelajah tempur
-12 kapal penjelajah 'P-Class' dan 2 kapal penjelajah berat
-6 kapal penjelajah ringan
-6 kapal perusak besar
-Kapal selam yang banyak (Keseluruhan berkisar 250)

    Seperti yang kalian lihat rencana ini pasti memakan waktu yang lama dan Nazi paham itu. Tujuannya bukan menyamai Inggris di jumlah tetapi efektivitas. Mereka membangun kapal-kapal yang cepat dan kapal selam.

     Plan Z menghasilkan dua kapal tempur Bismarck dan Tripitz yang mendekati penyelesaian di 1939. Dan 1 kapal induk Graf Zeppelin walaupun ia langsung dibongkar untuk logam dan baja sehingga ia tidak pernah diluncurkan.

      Rencana ini dibatalkan perlahan-lahan karena banyaknya permintaan dari semua Angkatan Jerman pada saat perang jadi mereka tidak bisa memprioritaskan Angkatan Laut, kebanyakan dialokasikan ke Luftwaffe. Selain itu rencananya dianggap terlalu lama dan Hitler tak sabar menunggu selama 10 tahun. Serta pada awal perang, Kriegsmarine kehilangan kapal penjelajah berat Graf Spee di Montevideo 1939. Jadi Angkatan Laut Jerman mulai memprioritaskan pemabngunan U-Boat ketimbang kapal utama karena lebih efektif dalam mengganggu Royal Navy.


1. Operasi Sealion

     Operasi Sealion merupakan rencana Jerman untuk menginvasi Inggris dan mengakhiri perang dengan Sekutu. Sealion direncanakan bakal dilaksanakan pada September 1940. Sang Führer mencatat hal-hal penting sebelum Operasi Sealion dimulai:
-RAF harus dinetralkan
-Jalur laut harus dibersihkan dari ranjau
-Kedua pintu masuk ke Selat Dover ke Selat Channel di jalur Alderney harus ditutup dengan ranjau
-Royal Navy harus dibuat sibuk baik itu di Atlantik maupun Mediterania

      Serangan Jerman dipusatkan di wilayah Sussex dan Kent sedangkan serangan tipuan dilakukan di Lyme Bay dan Dorset untuk mencuri perhatian. Dengan total lebih dari 150.000 perajurit dipersiapkan untuk operasi ini. Kriegsmarine juga tengah mempersiapkan seluruh kapal perang untuk pengawalan. Luftwaffe bakal berduel dengan Royal Air Force untuk menentukan siapa yang mendapatkan langit Inggris.

     Masalah dalam operasi ini sangat terlihat dari awal bahwa Kriegsmarine tidak mampu mengawal dan melawan Royal Navy. Seluruh operasi bergantung jika Royal Navy mampu dibuai dengan para Raiders Jerman di Atlantik dan Italia di Mediterania. Tidak mungkin bagian intelijensi Inggris tidak mengetahui rencana Jerman selama ini. Mereka pasti tahu dan menginformasikan ke seluruh elemen pasukan Inggris.

    Ditambah lagi, Luftwaffe kalah melawan RAF atas supremasi langit Inggris. Malahan, Luftwaffe kehilangan 1,5 ribu pesawat di Pertempuran Inggris. Membuat harapn untuk Operasi Sealion merosot. 

    Belum lagi masalah logistik meskipun mereka berhasil menguasai pantai-pantai Inggris. Logistik tetap jadi masalah besar karena harus dikirim lewat laut sedangkan Royal Navy mampu memotong jalur laut itu.

    Berdasarkan alasan diatas para petinggi militer Jerman dan Hitler memutuskan untuk menunda Operasi Sealion secara tidak pasti.



Dan itu adalah list top 10 rencana Jerman yang tak terwujud. Karena ini akan menjadi artikel pertama di blog saya jadi selamat datang!!!


Sumber

Saya menemukan ini semua dari buku berjudul "WW2 Plans That Never Happened" oleh Michael Kerrigan. Bukunya berisi tentang rencana-rencana yang tak pernah terwujud di PD2. Saya sediakan linknya untuk yang mau detail.

Amazon

Shopee

    

Komentar